Pelantikan Pengurus Pusbangdiklat dan Rakerwil DPW PPNI Kalimantan Barat Perkuat Komitmen Pengembangan Kompetensi Perawat

PERSONALIA PUSBANGDIKLAT DPW PPNI KALIMANTAN BARAT RESMI DI LANTIK
08/10/2024

Pontianak, 4 Juli 2026 – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Barat menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbangdiklat) DPW PPNI Kalimantan Barat yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PPNI Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan pengembangan kompetensi perawat di Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Bendahara Umum DPP PPNI yang juga menjabat sebagai Direktur Pusbangdiklat DPP PPNI Apri Sunadi, Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi DPP PPNI Khairul Sahri, jajaran pengurus DPW PPNI Kalimantan Barat, Ketua DPD PPNI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, serta Ketua Ikatan dan Himpunan Perawat se-Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah, menegaskan bahwa organisasi profesi harus terus memperkuat kapasitas anggotanya agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan profesionalisme perawat.

“Pusbangdiklat memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun kompetensi perawat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pusbangdiklat DPP PPNI, Apri Sunadi, menyampaikan bahwa keberadaan Pusbangdiklat di tingkat wilayah diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Pendidikan berkelanjutan merupakan investasi bagi masa depan profesi. Pusbangdiklat harus mampu menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi perawat melalui berbagai program pelatihan, seminar, workshop, dan sertifikasi yang berkualitas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi DPP PPNI, Khairul Sahri, mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan soliditas antar pengurus, serta membangun kaderisasi yang berkesinambungan sebagai fondasi organisasi profesi yang kuat dan modern.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk amanah kepada kepengurusan baru Pusbangdiklat DPW PPNI Kalimantan Barat untuk menjalankan fungsi pengembangan pendidikan dan pelatihan secara optimal. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah yang membahas evaluasi program kerja sebelumnya serta penyusunan program prioritas untuk periode mendatang.

Forum Rakerwil juga menjadi wadah konsolidasi antara DPW PPNI Kalimantan Barat, DPD PPNI kabupaten/kota, serta Ikatan dan Himpunan Perawat dalam menyelaraskan program kerja dengan arah kebijakan DPP PPNI. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari peningkatan kompetensi anggota, penguatan organisasi, pengembangan kepemimpinan, hingga perluasan kolaborasi dengan institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah.

Melalui pelantikan Pengurus Pusbangdiklat dan pelaksanaan Rakerwil ini, DPW PPNI Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara DPP, DPW, DPD, Ikatan, dan Himpunan diharapkan semakin memperkuat peran PPNI dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan serta mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil Rakerwil sebagai pedoman pelaksanaan program kerja di wilayah Kalimantan Barat, sehingga PPNI semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan profesi keperawatan dan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *